PrimaFx Kudus

Instaforex IB, Harga Depo Low Rate = Harga Withdrawal, Rebate 1,5 Pip Dapat di Withdrawal Kapan Saja, Free Merchandise.

Binary Options Hirose UK

Welcome Bonus $10, Deposit Pertama $10 dapat Bonus $20 via Fasapay, Deposit Bonus 50% Cashback Hingga $500

FOREXimf

Broker Lokal Rekomendasi

FOREXBASECAMP

Social Media | One stop IB Broker | Sharing Rebate 80% All Broker | Transfer Rebate Antar Broker | Withdrawal Rebate Harian | Deposit dan Withdrawal Bank Lokal | Transparan | gak pake ribet!

Gathering PrimaFX

Kopi Darat Trader PrimaFx di Hotel Baron Indah Solo

ikutilah arah trend market dan jagalah manajemen keuangan anda...... salam profit dan sukses selalu......
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2015

Trading Saham Online Bersama Zaisan BNI Securities



BNI Securities merupakan anak usaha PT Bank Negara Indonesia yang berdiri sejak tahun 1995 serta telah mengembangkan aplikasi online trading sejak tahun 2007. BNI Securities juga merupakan anggota Bursa Efek Indonesia dengan basis jumlah nasabah ritel yang besar, yang terbukti telah mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain Jaringan Pemasaran Terbaik dari Capital Market Award tahun 2012,2013 dan 2014 serta Brand yang Paling Direkomendasikan dari markplus inc.

Hingga saat ini, BNI Securities memiliki dua tipe platform online trading, yaitu eSmart yang berbasis aplikasi serta zaisan (zaisanbnis.com) yang berbasis web. zaisan merupakan platform terbaru dari BNI Securities yang dirancang khusus bagi investor pemula, sehingga memudahkan investor pemula dalam mengolah data untuk mengambil keputusan investasi.

Mengenal Produk BNI Securities Online Trading eSMART :

BNI Securities eSmart merupakan sebuah trading platform untuk bertransaksi saham secara online, yang memiliki dua bagian utama yaitu Market Information dan Realtime Trading. Dan Kini eSmart memiliki Versi terbaru yaitu eSmart version 3 yang telah mengalami transformasi lebih baik lagi dari versi sebelumnya. Melalui eSmart version 3, anda tidak perlu khawatir lagi akan tertinggal oleh market. Dengan eSmart version 3, anda pantas untuk unggul di market.

Mengenal Produk BNI Securities Online Trading ZAISAN :

Zaisan merupakan platform online trading berbasis web dari BNI Securities yang dirancang untuk memudahkan nasabah pemula yang memiliki orientasi transaksi saham secara online dan mandiri tanpa perantara sales yang dikelola oleh Divisi Direct Channel BNI Securities. Berdasarkan masukan dari nasabah pengguna zaisan, kini zaisan telah mengalami transformasi dengan penambahan fitur baru untuk membantu nasabah BNI Securities dalam menganalisa untuk mengambil keputusan transaksi saham. 

Apakah Aman Trading di Zaisan?
Secara teknis Zaisan menggunakan Custom Hybrid Encription System sebagai firewall. Cara kerja hybrid enkripsi ini secara umum hampir sama dengan https. Keunggulannya adalah point to point, jadi data yang lewat dari sisi client ke server atau sebaliknya pasti akan terenkripsi terlebih dahulu, mulai dari saat login dan seterusnya, sehingga performa Zaisan lebih cepat dan tetap aman.

Hal ini menjadi penting, karena transaksi saham bergerak sangan cepat  (time sensitive), maka performa trading online menjadi prioritas bagi trader dalam memilih platform trading.

Selain itu dikutip dari situs web BNI securities, enkripsi keamanan yang diterapkan juga diterapkan pada level software, tetapi pada level hardware (server) pun memiliki firewall sendiri. Dan untuk lebih meyakinkan lagi telah dilakukan pengujian oleh pihak IT independen reviewer, dan pada tahap akhir pengujian dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia. Jadi, zaisan dari berbagai aspek, termasuk keamanan, telah dinyatakan lulus dan layak direlease oleh Bursa Efek Indonesia.

Untuk memberikan gambaran lebih lengkap lagi mengenai Zaisan, bagi Anda yang saat membaca artikel ini memilki waktu longgar silakan simak video berikut, video yang berjudul Penggunaan Zaisan BNI Securities, yang diunggah oleh Chisillia Mayang Sari, relationship officer dari BNI Securities.


Untuk Memulai trading Online BNI Securities ZAISAN, Silakan Klik banner dibawah ini :

Senin, 11 Mei 2015

Indeks Saham



Indeks saham pada umumnya keberadaannya lebih di ketahui masyarakat baik AS, Eropa maupun Asia, karena seringnya indeks saham tersebut muncul dalam laporan berita. Sebagian kecil kalangan trader dan mayoritas orang belum sepenuhnya memahami bagaimana indeks ini diperdagangkan. Pada umumnya anggapan yang muncul adalah indeks diperdagangkan persis seperti saham atau hanya dianggap sebagai informasi yang dapat dijadikan indikator pergerakan harga saham di suatu sektor.

Padahal kenyataannya, indeks saham berbeda dengan saham. Indeks saham tidak diperdagangkan di bursa saham (stock exchange) karena indeks bukanlah saham. Agar indeks saham dapat diperdagangkan, maka harus ada kontrak yang menentukan ukuran dan waktu penyerahan.
Kontrak tersebut kemudian diperdagangkan di bursa futures (futures markets). Sehingga indeks saham yang diperdagangkan dapat mengacu kepada sebuah kontrak penyerahan di masa depan terkait dengan sejumlah dana yang dihitung berdasarkan nilai indeks saham.
Karena berbentuk kontrak, indeks memungkinkan terjadinya perdagangan untuk tujuan spekulasi. Disamping untuk melindungi nilai saham (hedging) yang mengalami kerugian, baik dalam kondisi market naik atau turun. Indeks saham juga menutupi kelemahan trading di saham akibat sulitnya memilih saham individual berpenampilan terbaik dengan menyediakan nilai saham secara keseluruhan, baik total maupun per sektor industri. walau dalam kondisi bullish sekalipun.
Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan indeks saham sebagai lahan trading karena dua faktor penting, yakni: fleksibilitas dan leverage.

Sebagai tambahan, instrumen yang terdapat di pasar futures memiliki area pergerakan harga yang baik dengan likuiditas yang tinggi. Beberapa instrumen seperti Dow Jones bahkan dapat diperdagangkan 24 jam penuh sehari. Anda dapat menggunakan indeks saham futures untuk mengambil tindakan berdasarkan opini yang bebas dan penyesuaian dengan tingkat resiko Anda sendiri ke berbagai instrumen secara lebih efisien.

Pengertian Indeks Saham
Indeks saham atau stock indexes (STODEX) adalah harga atau nilai dari sekelompok saham yang dikumpukan berdasarkan kategori tertentu. Indeks ini merupakan indikator pergerakan harga dari seluruh saham yang diwakilinya.

Misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mewakili seluruh pergerakan harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau Jakarta Industrial Classification (JASICA) yang mewakili pergerakan harga dari sektor industri tertentu.
Setiap negara biasanya memiliki kriteria dan cara tersendiri untuk memilah dan memperdagangkan Indeks saham.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena Indeks saham merupakan indikator saham saja yang tidak memiliki aset, maka untuk dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi, indeks saham harus berbentuk kontrak yang memiliki kriteria tertentu, seperti satuan unit (lot), nilai kontrak dan jangka waktu penyerahan. Karena kriteria tersebut-lah, maka indeks saham diperdagangkan difutures market atau bursa berjangka di Indonesia.
Trading index saham berjangka memiliki arti memperdagangkan (memperjualbelikan) indeks saham berjangka yang sesuai dengan kriteria diatas.
Jenis Indeks Saham
Terdapat banyak sekali jenis indeks yang diperdagangkan di dunia, karena pada umumnya hampir seluruh negara memiliki indeks sahamnya sendiri. Bahkan beberapa negara memiliki lebih dari satu indeks, seperti halnya Amerika Serikat yang memiliki Dow Jones, NASDAQ, dan S&P 500 atau Jepang yang memiliki Nikkei dan Topix index.

Di bawah ini adalah indeks saham yang paling populer di Asia dan Amerika Serikat;

1. Indeks Hang Seng, Hong Kong
Hang Seng Index (disingkat HSI) adalah indeks saham yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar saham di Hong Kong yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Nopember 1969. Pada awalnya digunakan untuk memonitor dan mencatat perubahan harian saham berkapital besar. Terdiri dari 45 perusahaan yang mewakili 67% dari total kapital yang diperdagangkan di bursa saham Hong Kong. Hang Seng Index dapat diklasifikasi berdasarkan 4 sektor utama:
Hang Seng Finance Sub-index Hang Seng Utilities Sub-index Hang Seng Properties Sub-index Hang Seng Commerce & Industry Sub-index

2. Nikkei 225, Japan
Nikkei 225 adalah indeks saham yang ada di bursa saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange /TSE). Pergerakan indeks ini sudah dipublikasikan oleh surat kabar Nihon Keizai sejak tahun 1971 dan merupakan satu dari sebagian kecil faktor yang menggerakkan mata uang Yen Jepang. Saat ini, Nikkei telah berperan sebagai indeks saham yang paling aktif dan diminati oleh pelaku pasar internasional. Mirip dengan indeks Dow Jones di AS dan telah dicatat di bursa-bursa utama dunia seperti Singapore Exchange, Osaka Securities Exchange dan Chicago Mercantile Exchange.

3. KOSPI 200, Korea
KOSPI adalah singkatan dari Korea Composite Stock Price Index, yang merupakan indeks saham gabungan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Korea. Sesuai namanya, KOSPI terdiri dari 200 perusahaan terbesar. Futures indeks ini merupakan salah satu indeks saham teraktif yang diperdagangkan di Asia.
4. Dow Jones Industrial Average (DJIA), USA
Dow Jones Industrial Average (simbol >DJI, DJIA atau $INDU) adalah salah satu indeks saham yang diciptakan oleh Jurnal Wall Street dan pendirinya, Charles Dow. DJIA merupakan indeks saham yang paling populer dan paling diminati di dunia. Indeks ini terdiri dari 30 perusahaan blue-chip papan atas dunia seperti IBM, Procter & Gamble, Hewlett Packard, Coca-Cola, Johnson & Johnson dan perusahaan-perusahaan terkenal lainnya. Indeks futures Dow Jones dapat diperdagangkan dengan modal penuh atau dengan kontrak mini di Chicago Mercantile Exchange.

5. Standard & Poor's 500 (SPX), USA
Standard & Poors 500 (simbol $SPX, INX atau >GSPC) adalah indeks saham yang lebih luas cakupannya, terdiri dari 500 perusahaan besar AS. Beberapa trader dan manajer investasi lebih memilih memperdagangkan S&P 500 dibanding indeks saham Dow Jones karena cukup likuid dan memiliki fluktuasi yang tinggi. indeks futures S&P 500 juga dapat diperdagangkan dengan modal penuh atau kontrak mini di bursa perdagangan Chicago (Chicago Mercantile Exchange/ CME).

6. NASDAQ-100, U.S.
Indeks saham NASDAQ (simbol $IXIC atau COMPX) juga merupakan salah satu indeks saham yang paling populer di dunia. Kebanyakan perusahaan yang terdaftar dalam indeks ini merupakan saham teknologi sehingga terkadang disebut juga sebagai Indeks Teknologi. Pengamat dan pelaku pasar menggunakan indeks saham ini dengan tujuan yang sama, yakni sebagai indikator saham teknologi dunia dan hampir tidak dapat digunakan sebagai indikator saham secara keseluruhan. Sesuai namanya, Indeks ini terdiri dari 100 perusahaan multinasional yang diperdagangkan di NASDAQ, dan dapat dilakukan secara penuh atau melalui mini kontrak di bursa perdagangan Chicago.

Selasa, 21 April 2015

Saham



Apakah Yang Dimaksud Dengan Saham?


Saham adalah jenis surat berharga yang memberikan hak kepemilikan atas suatu perusahaan. Umumnya hak kepemilikan ini juga memberikan hak "suara" dalam Rapat Umum Pemegang Saham.


Mengapa Perusahaan Menerbitkan Saham?


Perusahaan menerbitkan saham dilandasi oleh berbagai tujuan. Misalnya untuk:


  1. Melunasi hutang.
  2. Membiayai rencana ekspansi usaha, seperti misalnya memperluas bisnis ke pasar yang baru atau segmen pasar yang baru, membangun/memperluas fasilitas usaha, atau peluncuran produk baru.

Secara umum, saham terdiri dari dua jenis, yaitu saham biasa dan saham preferen.

  1. Saham biasa (common stock), memiliki hak suara (voting rights) dan berhak atas deviden secara proporsional berdasarkan porsi kepemilikan.
  2. Saham preferen (preferred stock), biasanya tidak memiliki hak suara namun berhak atas deviden lebih dulu dibandingkan pemegang saham biasa, serta memiliki prioritas lebih tinggi untuk mendapatkan pembayaran terlebih dahulu pada saat perusahaan mengalami kebangkrutan dan assetnya dilikuidasi.

Di dunia pasar modal, saham umumnya dikategorikan ke dalam beberapa kelas:

  1. Growth Stock. Yaitu saham yang memiliki tingkat pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar. Mereka jarang membayar deviden, tapi investor membeli dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga. Contoh jenis saham ini adalah saham perusahaan di bidang IT yang baru didirikan.
  2. Income Stock. Yaitu saham yang membayar deviden secara konsisten. Investor membeli untuk mendapatkan pendapatan yang mereka hasilkan. Contoh jenis saham ini adalah saham dari perusahaan utilities yang telah mapan.
  3. Value Stock. Yaitu saham yang memiliki Price-to-Earning Ratio (PER) rendah, yang berarti mereka lebih murah untuk dibeli dibandingkan saham lain dengan PER lebih tinggi. Saham jenis ini sebetulnya bisa saja merupakan growth stock atau income stock, yang mengalami penurunan akibat kondisi tertentu. Investor membeli saham ini dengan harapan bahwa pasar telah bereaksi secara berlebihan, dan harga sahamnya akan mengalami "rebound" (kenaikan kembali).
  4. Blue-chip Stock. Yaitu saham yang umumnya merupakan saham perusahaan besar, dikenal luas, dan memiliki sejarah pertumbuhan yang baik. Umumnya saham jenis ini membayar deviden secara konsisten.

Mengapa orang-orang membeli saham?


Ada sejumlah alasan mengapa orang membeli saham.


  1. Capital gain/appreciation, yaitu peningkatan harga saham.
  2. Pembayaran deviden, yaitu pada saat perusahaan membagikan sebagian dari keuntungan yang diperoleh kepada para pemegang sahamnya.
  3. Hak untuk memberikan "suara" dan ikut mempengaruhi jalannya perusahaan.



Apakah keuntungan dan risiko membeli saham suatu perusahaan?


Keuntungannya adalah seperti telah disebutkan di atas, apalagi dalam jangka panjang saham memberikan potensi pertumbuhan yang sangat tinggi. Namun selain potensi keuntungan, saham juga memiliki resiko yang tinggi.


Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pemegang saham merupakan pihak yang paling terakhir mendapatkan pembayaran dari hasil likuidasi asset perusahaan. Tidak jarang, asset yang dilikuidasi tidak mencukupi untuk menutupi hutang, sehingga pemegang saham sama sekali tidak mendapatkan apa-apa, karena urutan prioritas pihak yang berhak atas hasil likuidasi asset perusahaan adalah: kreditur (pemberi pinjaman), pemegang saham preferen, dan terakhir pemegang saham biasa.

Harga saham sangat berfluktuasi, dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan. Apabila investor harus menjual sahamnya pada kondisi dimana harga turun akibat kondisi pasar yang tidak kondusif (market risk), maka dia bisa mengalami kerugian. Selain itu, ada risiko pada saat investor akan menjual saham, tidak tersedia pembeli yang mau membeli saham tersebut (liquidity risk).

Tips:

  1. Pilihlah saham-saham yang memiliki kinerja baik.
  2. Pantau kinerja setiap perusahaan (dimana anda memiliki sahamnya) secara berkala (misalnya setiap kuartal/3 bulanan). Apabila ada hal-hal yang sifatnya mendasar dan permanen yang berpengaruh negatif terhadap perusahaan, lakukan switching (pertukaran) dengan saham lain yang lebih prospektif.
  3. Bersikap kritislah terhadap penurunan haga saham yang diakibatkan kondisi pasar. Kadang pasar bertindak berlebihan (over-reacted) terhadap satu hal sehingga menyebabkan penurunan tajam harga saham. Disini kadang justru muncul kesempatan (opportunity) untuk membeli saham-saham berkinerja bagus pada harga murah.

 Selamat berinvestasi!



Blanja Yuk

Blanja Yuk