PrimaFx Kudus

Instaforex IB, Harga Depo Low Rate = Harga Withdrawal, Rebate 1,5 Pip Dapat di Withdrawal Kapan Saja, Free Merchandise.

Binary Options Hirose UK

Welcome Bonus $10, Deposit Pertama $10 dapat Bonus $20 via Fasapay, Deposit Bonus 50% Cashback Hingga $500

FOREXimf

Broker Lokal Rekomendasi

FOREXBASECAMP

Social Media | One stop IB Broker | Sharing Rebate 80% All Broker | Transfer Rebate Antar Broker | Withdrawal Rebate Harian | Deposit dan Withdrawal Bank Lokal | Transparan | gak pake ribet!

Gathering PrimaFX

Kopi Darat Trader PrimaFx di Hotel Baron Indah Solo

ikutilah arah trend market dan jagalah manajemen keuangan anda...... salam profit dan sukses selalu......
Tampilkan postingan dengan label Forex Teknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forex Teknikal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2015

Teknikal Analist Harian


Teknikal Analist Harian :

Suport , Resistant n Market Sentiment Harian
1. Igo FX


Sabtu, 16 Mei 2015

20 Strategi Teknikal Forex Pilihan



  1. Stochastic High Low Gunakan indikator Full Stochastic (14,3,3); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila stochastic melewati 20 ke 10 terus kembali ke atas 20; SELL bila stochastic melewati 80 ke 90 terus kembali turun ke 80; EXIT bila stochastic mencapai 80 (posisi BUY) dan keluar bila stochastic mencapai 20 (posisi SELL). 
  2. RSI High Low Gunakan indikator RSI (Relative Strength Index); Currency Pair dan Time Frame bebas, BUY bila RSI menembus ke bawah 30 lalu menekuk kembali ke atas 30; SELL bila RSI melewati 70 lalu menekuk kembali turun ke bawah 70; EXIT dengan Target Profit 20-30 pips. 
  3. Double Stochastic Gunakan indikator Full Stochastic (21,9,9) and Full Stochastic (9,3,3); Currency Pair bebas; Time Frame 1 Hour (H1) dan 1 Day (D1); Entry bila garis stochastic (21,9,9) atas berpotongan dengan (crossover) stochastic (9,3,3); BUY bila cross ke atas dari bawah level 20 dan SELL bila cross ke bawah dari ata level 80; EXIT bila garis stochastic bawah (9,3,3) mulai crossover; Exit posisi BUY bila stochastic (9,3,3) mulai crossover ke atas dari level 20 dan Exit posisi SELL bila stochastic (9,3,3) mulai crossover ke bawah dari level 80. 
  4. MACD Crossover Gunakan indikator MACD (12,26,9); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila garis MACD crossover dari bawah ke atas batas level 0 dan SELL bila garis MACD crossover dari atas ke bawah level 0; EXIT bila crossover berikutnya terjadi yang berlawana dengan arah crossover Buy atau Sell.
  5. Balanced System Gunakan indikator 5 EMA (Exponential Moving Average), 10 EMA, Stochastic (14,3,3), RSI (14,70,30); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila garis 5 EMA memotong 10 EMA ke atas dan Stochastic mengarah ke atas serta belum batas overbought, RSI di atas level 50; SELL bila garis 5 EMA memotong 10 EMA ke bawah dan Stochastic mengarah ke bawah serta belum batas oversold, RSI melewati ke bawah level 50; EXIT bila crossover berlawanan arah dengan arah signal Buy atau Sell. 
  6. Parabolic SAR + ADX (Average Directional Moving Index) Gunakan indikator Parabolic SAR default setting (0.02,0.2), ADX 50 (dengan garis +DI dan –DI); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila garis +DI di atas –DI, SAR di bawah harga (signal Buy) dan kedua indikator harus stu signal; SELL bila garis +DI di bawah –DI dan SAR di atas harga (signal Sell); EXIT bila garis +DI dan –DI saling berseberangan lagi yang berlawanan dengan arah saat BUY atau SELL; arah trend selalu makin menguat apabila tingkat ADX semakin membesar atau tinggi. 
  7. 5 x 5 System Gunakan indikator 5 SMA (Simple Moving Average) dan RSI 5; Currency Pair bebas; Time Frame 1 Day (D1); BUY bila harga telah memotong 10 pips ke atas garis 5 SMA dan RSI sudah di atas level 50; SELL bila harga telah memotong 10 pips ke bawah garis 5 SMA dan RSI suah di bawah level 50; EXIT bila signal trend sudah melemah dan arah indikator mulai berbalik arah. 
  8. Advanced RSI + Stochastic Gunakan indikator SMA 150, RSI (3) dan Full Stochastic (6,3,3); Currency Pair bebas; Time Frame Daily; BUY bila harga berbalik dari garis SMA 150 dan bergerak ke atas, RSI berada di bawah level 20 dan mulai potong ke atas, Stochastic berada di bawah level 30 dan juga mulai potong ke atas; SELL bila harga berbalik dari garis SAMA 150 dan bergerak ke bawah, RSI berada di atas level 80 dan mulai potong ke bawah, Stochastic berada di atas level 70 dan juga mulai potong ke bawah; EXIT bila trend sudah mulai melemah dan memberi tanda arah balik dari trend Buy atau Sell. 
  9. Early Bird Gunakan indikator Candlestick (diagram lilin); Currency Pair EURUSD dan GBPUSD; Time Frame H1; tentukan titik harga paling tinggi (High) dan paling rendah (Low) dari jam 0:00 sampai dengan 04.00 EST. Pasang BUY 5 pip di atas titik High dan Sell 5 pip di bawah titik Low dengan target profit 100 pip; EXIT dengan tutup semua posisi Buy atau Sell pada jam 01.00 pm EST. 
  10. Tops & Bottoms Gunakan indikator 20 EMA, 40 EMA dan ADX 14; Currency Pair bebas; Time Frame 5, 15, 30 minutes, 1 hour, 3 hour dan 1 day; Cari di chart time frame pair yang ADX di atas level 30 (trend kuat), mulai dari D1 (besar) ke time frame kecil dan selalu pilih time frame terbesar; BUY bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke atas dengan stop loss 5 pips di bawah 40 EMA; SELL bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke bawah dengan stop loss di atas 40 EMA; EXIT target profit dua kali dari jumlah stop loss poin. 
  11. 1 Minute Pivot Gunakan indikator Pivot Point; Currency Pair bebas; Time Frame 1 Minute; Kalkulasi titik pivot point harian, gunakan Candle Daily (dari jam 5 pm EST – 5 am EST); 90% harga akan memantul dari pivot point sebagai titik support dan resistance yang sangat kuat; BUY saat harga memantul dari Pivot Point ke atas; SELL saat harga memantul dari Pivot Point ke bawah; Stop Loss dengan acuan spread + 3 pips dari pivot point; EXIT 10-20 pips tergantung kekuatan trend. 
  12. Hedging/Locking Contoh : Anda pasang BUY 1 lot EURUSD dan mengharapkan harga naik, tetapi ternyata harga EURUSD turun terus, maka Anda akan cepat-cepat lock posisi BUY dengan memasang SELL 1 lot EURUSD. Dengan cara tersebut, posisi loss telah terkunci dan loss tidak akan bertambah ke mana pun harga bergerak. Bila Anda menganalisa bahwa harga telah mencapai titik terendah (dengan stochastic atau RSI), maka posisi SELL yang sudah profit segera diambil dan berharap harga kembali naik sehingga posisi BUY yang sudah loss akan semakin kecil lossnya atau bahkan menjadi profit. 
  13. Martingale Melipatkan posisi yang salah arah setelah jarak (range) tertentu dengan harapan setelah turun beberapa pips, semua loss tertutupi dan malah profit. Contoh : Kita pasang posisi SELL 1 mini lot pada harga 97.68 dan ternyata harga naik 56 pips, maka tiap 20 pips dipasang lot kelipatan sebagai berikut : - Sell 0.1 lot di harga 97.68 - Sell 0.2 lot di harga 97.88 - Sell 0.4 lot di harga 98.08 - Sell 0.8 lot di harga 98.28 Ketika harga mulai turun dari 98.31 sebanyak 20 pips ke 98.08, maka seluruh loss sudah kembali dan malah profit sekitar $80. 
  14. Anti Martingale Strategi ini merupakan kebalikan dari strategi Martingale. Anti Martingale adalah strategi melipatkan order yang sesuai arah sehingga profit juga menjadi semakin berlipat. 
  15. 5 Minute System Gunakan indikator SMA 21 dan Bar Chart; Currency Pair bebas dan Time Frame Daily; BUY bila SMA 21 mengarah miring ke atas (trend naik) dan posisi BUY dipasang 5 pips di atas titik high inside bar; SELL bila SMA 21 mengarah miring ke bawah (trend turun) dan posisi SELL dipasang 5 pips di bawah titik low inside bar; STOPP LOSS 50 pips dan TAKE PROFIT 100 pips. 
  16. Off-Hours Trading Gunakan indikator Candlestick; Currency Pair bebas; Time Frame H1; Tentukan titik harga paling tinggi dan paling rendah dari jam 03.00 pm s.d. 07.00 pm EST; BUY bila harga (candlestick) mencapai titik paling rendah; SELL bila harga (candlestick) mencapai titik tertinggi; Target Profit 20-30 pips.
  17. Commodity Correlation Menentukan posisi BUY (long) atau SELL (short) satu pasang mata uang (currency pair) berdasarkan naik turunnya harga komoditas utama dari salah satu negara pada currency pair yang bersangkutan. Contoh : Kanada adalah penghasil minyak dan bila harga minyak dunia naik, maka cenderung mata uang Dollar Canada (CAD) akan menguat terhadap USD. Begitu juga sebaliknya.
  18. Carry Trade Tentukan currency pair dengan selisih bunga paling besar (contoh GBPJPY); BUY pada saat 5 EMA memotong garis 200 SMA; Time Frame Weekly – Monthly; Tahan posisi sampai berbulan-bulan dan mengakumulasi swap/rollover rate – bisa mencapai US$ 23 per hari untuk tiap lot reguler/standard. 
  19. Carry Trade Correlation Ambil 2 posisi BUY dengan korelasi saling meniadakan (satu naik dan satu turun) dan bunga swap/rollover rate terus bertambah tiap hari. Perlu dipelajari terlebih dahulu currency pair mana dengan swap positif. 
  20. Fibonaci System Gunakan indikator 5 WMA, Fibonaci ; Currency Pair bebas; Time Frame >M15 dan <H4; Untuk Uptrend (BUY), tentukan titik Swing Low (A)dan titik Swing High (B). Lalu tarik Fibonaci dari titik A ke B. Ambil posisi BUY saat harga sudah kembali (retrace) ke level 0.382; Untuk Downtrend (SELL), tentukan titik Swing High (A) dan titik Swing Low (B). Lalu tarik Fibonaci dari A ke B. Ambil posisi SELL saat harga sudah kembali (retrace) ke level 0.382; EXIT bila harga sudah mencapai titik support atau resistance berikutnya.

Jumat, 15 Mei 2015

Pengenalan Analisa Teknikal



Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures. Pada intinya ketika menggunakan metode analisa teknikal apapun adalah kembali ke dasar teorinya, yang secara metodelogi telah terbukti kinerja untuk periode waktu yang signifikan. Setelah menemukan sebuah sistem trading yang sesuai, barulah bisa dicari teknik-teknik lain yang dapat digabungkan dengan metode trading yang sudah ada.

Hampir semua trader menggunakan analisa teknikal walaupun jumlahnya minimum. Bahkan pihak-pihak yang sangat mengacu pada analisa fundamental akan menggunakan atau melihat terlebih dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.

Pada level teori yang sangat dasar, grafik membantu trader untuk menentukan level yang ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader dapat melihat grafik dan mengetahui apakah mereka membeli di harga yang wajar (berdasarkan data historis harga disebuah pasar tertentu), menjual di harga tertinggi periodik atau mungkin melakukan transaksi ketika pasar bergerak menyamping (sideways). Ini hanya beberapa kondisi pasar yang dapat di identifikasi oleh grafik. Grafik juga memungkinkan adanya analisa yang lebih canggih dan maju dari pergerakan harga.
Dalam prakteknya, mungkin seorang analis teknikal mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik dan tabel data. Bagaimanapun, ini tergantung dari tipikal dari analis tersebut.

Asumsi analisa teknikal: 
• Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.
• Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal. 

Tujuan analisa teknikal adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.
• Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal biasanya tidak percaya bahwa fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau menyamping (sideways). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode.
Sistem dari analisa teknikal biasanya termasuk grafik harga, grafik volume, dan beberapa metode matematik lainnya dari pola dan perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan ketahanan dari tren tertentu. Jadi analis teknikal cenderung untuk menggunakan berbagai bentuk analisis teknikal sebelum melakukan transaksi daripada hanya mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa datang.

Sama halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal harus disiplin. Seringkali seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli atau menjual, ketika harga telah mencapai pola teknikal yang diidentifikasi sebagai sinyal masuk atau keluar pasar. Ada banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap hal ini seperti teknologi, fundamental dan lain sebagainya.
Kesalahan umum yang sering dibuat oleh para trader adalah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yang merugi dan terlalu cepat melikuidasi posisi yang sedang mengalami keuntungan. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.



Grafik harga: 
• Bentuk Grafik Batang Terdapat banyak jenis grafik yang menunjukkan pergerakan harga, yang paling umum digunakan adalah grafik batang (bar chart). Tiap batang (bar) menandakan pergerakan harga di satu periode tertentu, satu menit, satu hari, atau satu bulan. Pergerakan harga dalam bentuk batang-batang ini akan membuat pola-pola tertentu pada suatu periode.
• Bentuk Candlestick Seperti grafik batang, pola candlestick dapat digunakan untuk memprediksi pasar. Karena bentuknya memiliki warna, candlestick lebih memiliki efek visual dalam polanya daripada grafik batang.
• Bentuk poin & figur Pola dalam bentuk ini sebenarnya sama dengan pola yang dihasilkan oleh grafik batang namun poin & figur tidak menggunakan skala waktu untuk mengindikasikan hari tertentu yang berhubungan dengan pergerakan harga tertentu.

Indikator teknikal: 

Dibawah ini adalah beberapa tipe indikator yang digunakan dalam analisa teknikal.

Indikator Tren: Tren adalah sebuah kata yang menggambarkan adanya pergerakan satu arah yang kuat di untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, dan menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yang bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (contoh: Moving Average ).

Indikator Kekuatan: Kekuatan pasar menggambarkan intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume atau open interest adalah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yang diberikan sifatnya coincident atau leading. (contoh: Volume )

Indikator Volatilitas: Indikator volatilitas adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga. (contoh: Bollinger Band )

Indikator Siklus: Siklus digunakan untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk peristiwa berulang seperti musim, pemilihan umum, dan lainnya. Banyak pasar memiliki kecenderungan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus berguna untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (contoh: Elliot Wave )

Indikator Support/Resistance: Support resistance menggambarkan level harga dari kenaikan dan penurunan berulang dan kemudian berbalik arah. (contoh: Trend Lines )

Indikator Momentum: Momentum adalah istilah umum untuk menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu. Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren. Momentum berada tertinggi ketika mulainya sebuah trend dan terendah pada saat perubahan arah. Divergence arah apapun dari harga dan momentum mengindikasikan pergerakan telah melemah. Jika terjadi pergerakan harga ekstrim dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (contoh: RSI, Stochastic, MACD )

Untuk pembahasan lebih mendalam tentang analisa teknikal ini akan saya bahas lagi nanti.
Perlu digaris bawahi setiap trader/individu mempunyai tipe trading sendiri-sendiri, indikator yang dipakaipun bisa berbeda sesuai style kita dan kebiasaan kita memakai indikator tersebut.

Kamis, 14 Mei 2015

Bar Chart




Memahami kondisi harga tertinggi ,terendah dan harga penutupan dalam satu periode waktu bisa membuat anda paham apa yang terjadi di pasar forex trader.

Perlu ente ketahui bahwa dalam forex trading dikenal 3 jenis grafik atau chart untuk di analisa yaitu line chart , bar chart dan candlestick chart . Dari ketiga jenis grafik tersebut masing-masing menyediakan data untuk dianalisa oleh trader, sehingga trader bisa mengambil keputusan dari data yang diberikan oleh chart tersebut. Data yang diberikan oleh chart itu adalah :


High : Rekor Harga tertinggi dari saat pembukaan (open) sampai akhir (closing) periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit, maka harga tertinggi yang terjadi selama 5 menit itu merupakan harga high)

Low : Rekor Harga terendah dari saat pembukaan (open) sampai akhir (closing) periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe daily, maka harga terendah yang terjadi selama hari itu merupakan harga low)

Open : Harga pembukaan periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit, harga diawali dengan harga 2.0000. Maka harga open pada range 5 menit itu adalah 2.0000)

Close : Harga penutupan periode tertentu. (contoh : pada chart periode / timeframe 5 menit pada contoh di atas di akhiri dengan harga 2.0050. Maka harga close pada range 5 menit adalah 2.0050).

Dengan mengetahui bagian dari sebuah chart khususnya bar chart dan candlestick chart  , diharapkan anda bisa menggunakan data dari tiap bagian tersebut untuk digunakan sebagai salah satu penyusun dalam pengambilan keputusan apakah BUY atau kah SELL.

Semoga Bermanfaat. good luck broo...

Blanja Yuk

Blanja Yuk