PrimaFx Kudus

Instaforex IB, Harga Depo Low Rate = Harga Withdrawal, Rebate 1,5 Pip Dapat di Withdrawal Kapan Saja, Free Merchandise.

Binary Options Hirose UK

Welcome Bonus $10, Deposit Pertama $10 dapat Bonus $20 via Fasapay, Deposit Bonus 50% Cashback Hingga $500

FOREXimf

Broker Lokal Rekomendasi

FOREXBASECAMP

Social Media | One stop IB Broker | Sharing Rebate 80% All Broker | Transfer Rebate Antar Broker | Withdrawal Rebate Harian | Deposit dan Withdrawal Bank Lokal | Transparan | gak pake ribet!

Gathering PrimaFX

Kopi Darat Trader PrimaFx di Hotel Baron Indah Solo

ikutilah arah trend market dan jagalah manajemen keuangan anda...... salam profit dan sukses selalu......
Tampilkan postingan dengan label Forex Fundamental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forex Fundamental. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2015

GAP Open Market 06/07/2015



Sesuai perkiraan Jumat kmaren Pair EURO mengalam GAP yang ke 2x slama 2 minggu berturut-turut karena efek Perekonomiannya Khususnya di Yunani.

EUR/USD pada bukaan market kali ini mengalami penurunan harga 117 pip


EUR/JPY mengalami penurunan lumayan drastis sebesar 248 pip

Alhamdulillah bisa buat beli sarapan mas broo.....

WD Time......
Salam Profit Trader Indonesia.....
SEMANGAD!!!

Sabtu, 04 Juli 2015

Perkiraan GAP EURO bukaan market 06/07/2015



Gonjang ganjing Yunani sepertinya masih berlanjut berimbas pada mata uang EURO akhir minggu ini.

Ini diakibatkan karena Menteri Keuangan Yunani Berencana Resign.
Dalam hitungan mundur untuk referendum hari Minggu, menteri keuangan Yunani mengatakan bahwa dia akan mengundurkan diri jika sisi “setuju” yang menang. Tapi, Yanis Varoufakis juga mengklaim dalam sebuah wawancara bahwa mungkin ada kesepakatan dengan kreditur dalam waktu satu jam jika sisi “tidak” yang menang.
Tentu saja, ia tidak bisa menolak untuk menerima beberapa penggalian di Bank Sentral Eropa (ECB) dan lain-lain.

Referendum tersebut adalah apakah Yunani harus menerima hal dari para kreditur untuk membuka dana talangan lebih – meskipun istilah-istilah tersebut tidak lagi “di atas meja”. Pada hari Selasa yang lalu, Yunani tidak mampu melakukan pembayaran kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
Hal di atas, ditambah berakhirnya paket bailout Yunani, membawa negara tersebut ke posisi runtuhnya keuangan dan meningkatkan kemungkinan yang pada akhirnya bisa meninggalkan Uni Eropa, atau dalam istilah baru disebut “Grexit”.
Bank tetap tertutup, selain dari membiarkan pensiunan tetap mendapatkan sedikit uang tunai. Pasar saham juga ditutup.

Dengan melihat sentiment fundamental diatas maka diperkirakan adanya GAP Turun khususnya pair EURO pada bukaan market senin nanti.

Harap Jaga Margin Anda yg sudah mengambil posisi berlawanan arah.
Kemungkinan selalu ada.... so.... hati hati ya broo.....

Kamis, 02 Juli 2015

Prediksi Non Farm Payroll 02 Juli 2015



"Drama" Yunani telah membuat investor sibuk selama 2 minggu terakhir, tapi sekarang sekali lagi waktunya NFP. AS libur pada hari Jumat, sehingga laporan nonfarm Payroll bulanan akan dirilis pada hari Kamis, 2 Juli.

Ekonomi AS diperkirakan telah menambahkan 231.000 pekerjaan baru pada bulan Juni, di bawah pembacaan kuat yang diposting pada bulan Mei 280ribu, ketika tingkat pengangguran berdiri di 5,5%, diperkirakan telah mereda kembali ke 5,4%. Harapan kalangan investor, mungkin sedikit lebih tinggi setelah rilis survei ADP AS Rabu ini, menunjukkan sektor swasta menambahkan 237.000 pekerjaan baru, di atas 220rib diharapkan. Menurut laporan swasta, usaha kecil menambahkan 120.000 pekerjaan, yang menengah, 86.000, dan perusahaan besar, 32.000.

Sementara itu, volatilitas telah cukup tinggi hari ini, sebagian besar didasarkan pada berita utama Yunani, tapi sebagian besar menunjukkan tingginya tingkat ketidakpastian di kalangan investor. Ketika harapan dari kesepakatan di Eropa masih tinggi beberapa minggu yang lalu, dollar mendapat dorongan, karena isu telah mereda, kenaikan suku bunga AS mendatang menjadi pusat perhatian. Tapi sentimen di kalangan investor berumur pendek begitu berita keluar bahwa perundingan kembali ke titik awal, dan risiko perdagangan Yunani berlanjut.

Pada titik ini, sulit untuk percaya laporan AS nonfarm Payroll yang kuat akan cukup untuk menempatkan greenback di jalur bullish, pertama, karena data terbaru pada kuartal pertama tahun ini belum dibalikkan oleh serangkaian bacaan positif. Kedua, karena ketidakpastian akan tetap ada selama minimal 2 atau 3 minggu lagi, dan sangat optimis.

Namun demikian, laporan itu memang bisa memicu reaksi intraday yang kuat di seluruh dunia forex, dan juga menempatkan FED satu langkah lebih dekat untuk kenaikan suku bunga, akan mengalahkan ekspektasi, juga mendukung pemulihan tajam USD/JPY.

Laporan yang lemah di sisi lain, akan membuat pasar dalam mode ketidakpastian saat ini, dengan GBP/USD mungkin memimpin jalan terhadap greenback.

Dampak terhadap EUR/USD
EUR/USD bergerak seperti rollercoaster, perdagangan intraday dalam kisaran lebar tapi tidak ada arah yang jelas. Setelah memulai minggu dengan gap besar turun ke daerah 1,0950, memantul setelah dekat dengan 1,1300, prospek teknis bearish pasangan kembali turun dan diperdagangkan di bawah level 1,1100, sementara grafik harian menunjukkan bahwa pemulihan terbaru dibatasi oleh SMA 20, dan indikator teknis mempertahankan lereng bearish mereka di wilayah negatif. Level untuk dipantau pada rilis NFP adalah 1,1050, dan 1,1000, jika terjadi penembusan di bawah level terakhir ini bersama NFP yang kuat, mendukung penurunan sampai rendah mingguan ytd. Di bawahnya, momentum bearish akan mempercepat, dengan target bearish berikutnya di 1,0860. Resistensi terletak di 1,1160 dan 1,1200, dengan beberapa menindaklanjuti di atas 1,1245 akan mengekspos 1,1300 sekali lagi.

Dampak terhadap USD/JPY
USD/JPY dalam modus pemulihan setelah jatuh ke 121,93 di belakang penghindaran risiko dipicu oleh Yunani, tetapi telah berhasil menutup di atas 123,00 Rabu ini, mendapatkan beberapa support tambahan dari peningkatan manufaktur dan pekerjaan data AS. Namun demikian, pasangan ini masih jauh untuk mengisi gap pembukaan mingguan, di sekitar 123,85. Grafik harian menunjukkan bahwa harga bertahan di atas SMA 100-nya sementara indikator teknis menuju kuat utara, namun masih dalam wilayah negatif. Pasangan ini memiliki resisten langsung jangka pendek di sekitar 123,30, dan penembusan di atasnya akan melihat percepatan sampai ke atas level 123,85, sementara di atas ini, reli dapat memperpanjang hingga zona harga 124,50, jika laporan tenaga kerja AS positif.

Jika laporan NFP lebih lemah dari yang diperkirakan, bagaimanapun, risiko akan berubah kembali ke selatan, dengan penembusan di bawah 122,45 akan mengekspos rendah mingguan, dalam rute ke 121,10, DMA 100.

Selasa, 30 Juni 2015

Yunani Resmi Bangkrut



Yunani sudah memastikan tidak akan membayar utang senilai 1,54 miliar euro (Rp 22 triliun) ke International Monetary Fund (IMF) yang jatuh tempo hari ini.

Juru bicara untuk Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis, mengatakan kepada CNN, Selasa (30/6/2015), bahwa tidak akan ada pembayaran utang hari ini. 

Dengan demikian, Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal bayar utang kepada IMF. Bangkrutnya Yunani ini menjadi salah satu noda hitam dalam perekonomiannya.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras sudah melakukan pembicaraan via telepon dengan petinggi Troika, yaitu Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), dan IMF di menit-menit terakhir.

Pembicaraan dilakukan dengan Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Paul Juncker dan Presiden ECB Mario Draghi.

Troika hanya akan memberikan dana bantuan senilai 7,2 miliar euro (Rp 108 triliun) jika Yunani bersedia tunduk kepada syarat-syaratnya, mulai dari pemangkasan anggaran pemerintah dan menaikkan pajak.

Pemerintah Yunani sendiri sudah mengambil referendum dan meminta warganya melakukan voting terhadap syarat-syarat tersebut, apakah akan diterima atau tidak. 
Voting dilakukan Minggu 5 juli 2015 mendatang.

Jangan lupa ikuti berita selanjutnya...
Semoga pergerakan market malam ini tidak melonjak / menurun signifikan.
Tetap Semangad Trader Indonesia!!!

Forex Hari Ini 30/06/2015


Mata uang dolar Amerika pada perdagangan di awal pekan ini dibuka menguat tajam terhadap major currencies lainnya,. Isu sentral akan kekhawatiran para investor terhadap perkembangan Yunani masih dominan mewarnai perdagangan pagi ini.Batas tenggat waktu permbayaran utang Yunani yang semakin dekat telah membuat para pelaku pasar cemas akan gagalnya kesepakatan bisa
dicapai.

Mata uang tunggal Eropa terdepresasi cukup sigifikan karena masalah Yunani, Pemerintahan Yunani nampaknya belum percaya diri mengambil sikap apakah menerima opsi dari IMF dengan sejumlah syarat untuk mengajukan utang baru atau menolaknya. Perdana Menteri Yunani Alex Tsipras justeru mengambil kebijakan yang kurang logis dengan mengajukan pertanyaan opsi ini pada rakyatnya sendiri.

Untuk perdagangan hari ini tidak banyak data ekonomi signifikan yang bisa mempengaruhi pergerakan, hanya ada data prelim CPI Jerman dengan estimasi unchanged, net lending individual Inggris yang diperkirakan menigkat. Sedangkan dari Amerika sendiri ada data pending home sales dengan estimasi menurun.

Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan mata uang dolar Amerika berpeluang mempertahankan penguatannya terhadap major currencies lainnya. Isu sentral masalah Yunani masih tetap akan dominan mendorong para investor melirik geernback. Faktor spekulasi akan proyeksi kebijakan moneter federal reserve Amerika juga tetap akan berperan menopang greenback berjaya.

EURUSD
Support : 1.0973, 1.0952, 1.0914
Resisten: 1.1050, 1.1066, 1.1110

GBPUSD.
Support : 1.5688, 1.5663, 1.5625
Resisten: 1.5728, 1.5743, 1.5767

USDJPY
Support : 122.85, 122.42, 122.09
Resisten: 123.15, 123.32, 123.68

USDCHF
Support : 0.9338, 0.9314, 0.9299
Resisten: 0.9407, 0.9417, 0.9419

AUDUSD
Support : 0.7604, 0.7586, 0.7572
Resisten: 0.7665, 0.7694, 0.7710

Senin, 29 Juni 2015

GAP Open Market 29/06/2015

Sesuai perkiraan kemarin, pada pembukaan market hari ini terjadi GAP lumayan signifikan untuk pair EURO akibat gonjang-ganjing krisis yunani kemarin.

EUR/USD terjadi penurunan drastis sebsar 159 pip pada pembukaan market pagi ini (mt4 server singapore instaforex)
Penutupan market Jumat 1.1165 dan open market hari ini 1.1006

EUR/JPY lebih fantastis lagi, terjadi penurunan harga sebesar 322 pip
Penutupan market Jumat 138.31 dan open market hari ini 135.09

Selamat bagi trader yag masih menahan posisi Sell nya pada hari Jumat kemarin..

WD Time......


Minggu, 28 Juni 2015

Krisis Yunani



"Gonjang Ganjing di Zona Eropa semakin tidak menentu bisa berimbas terhadap posisi trader yang menggunakan pair EURO."

Pasca krisis keuangan, Yunani diperkirakan tidak lagi menggunakan Euro sebagai mata uangnya. Yunani ibaratnya pasien berpenyakit amat berat sekaligus berpotensi menular di zona mata uang Euro. Setelah upaya pemulihan cukup lama oleh Troika Yunani, yang terdiri dari Bank Sentral Eropa, Komisi Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional, Yunani yang dililit krisis utang amat besar nyaris kolaps. Dampaknya dikhawatirkan menular ke negara zona Euro lainnya. Kini diperdebatkan exit-nya Yunani dari zona Euro yang dijuluki Grexit.

Kemungkinan keluarnya Yunani dari zona Euro tersebut telah diungkapkan oleh Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dalam sebuah wawancara surat kabar.
"Yunani sangat mungkin keluar dari Zona Euro. Ini masalah yang rumit dan itu salah satu yang saya harap orang-orang Eropa tidak akan menemukan jalan untuk setuju dengan masa depan Yunani dalam zona euro," ujar Lagarde dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kemudian di Washington untuk mengklarifikasi komentarnya kepada surat kabar Jerman. (dari berbagai sumber)

WARNING : Diharapkan kepada trader yang menggunakan PAIR EURO untuk berhati hati dan segera mengantisipasi gerakan Senin 29/06/2015 untuk segera menutup posisinya mumpung masih ada kesempatan. karena bisa saja terjadi GAP besar yang bisa saja menimbulkan kerugian diluar perkiraan anda.

Selasa, 26 Mei 2015

Rekomendasi Lihat Jadwal News & Fundamental Analist


Jadwal Rilis News :
3. Igo Fx

Berita Forex Harian :
2. Igo Fx

Senin, 18 Mei 2015

Efek News dan Nama-nama Gubernur Bank 2015





Untuk mengingatkan saja Efek-efek dari rilis news

NonFarm_Payroll USA (efek 100 – 200 pips).

Trade Balance USA (efek 70 – 120 pips).

Interest Rate Statements (efek 100 pips).

Durable Good (efek 50 – 100 pips).

Producer Price Index (efek 50 – 60 pips)

PPI excl. Food and Energy (efek 50 – 60 pips)

Consumer Price Index (efek 50 – 60 pips).

CPI excl. Food and Energy (efek 50 – 60 pips).

Trichet, Bernanke, Draghi, Fukui Speaks (efek 30 – 100 pips).

Unemployment Rate (efek 30 – 50 pips).

----------------------------------------------------------------------------------------

Nama - nama Gubernur Bank Dunia
1. Mark Carney (Gubernur Bank of England/BOE)
2. Mario Draghi (Gubernur European Central Bank/ECB)
3. Glenn Stevens (Gubernur Reserve Bank Australia/RBA)
4. Graeme Wheele (Gubernur Reserve of Bank New Zaeland/RBNZ)
5. Stephen Poloz (Gubernur Bank Of Canada/BOC)
6. Janet Yellen (Gubernur US Federal Reserve System/TheFed)

Senin, 27 April 2015

Pengenalan Analisa Fundamental



Jika Anda pernah mendengar di televisi mengenai kenaikan harga minyak dunia atau keputusan Bank Sentral Amerika, The Fed untuk menaikkan suku bunganya, itulah yang disebut berita fundamental. Berita-berita tersebut sangat mempengaruhi pergerakan harga pada market dan sangat besar pengaruhnya terhadap portfolio seorang investor dalam dunia forex. Analisa yang bersandar pada berita-berita tersebut dinamakan analisa fundamental. Analisa fundamental berpendapat bahwa harga bergerak karena adanya berita dan kebijakan pemerintah, serta respon balik pasar terhadap berita yang dikeluarkan.

Kenyataannya berita-berita fundamental seperti inilah yang menggerakan harga dalam pasar forex. Setiap berita yang akan, maupun yang telah muncul memberikan reaksi timbal balik terhadap para trader yang berakibat perubahan harga. Maksudnya, berita yang muncul dapat membuat perubahan terhadap harga mata uang negara yang bersangkutan. Perubahan ini juga pada akhirnya mendorong pemerintah sebagai pemegang otoritas moneter menentukan kebijakan ekonomi sehingga muncul berita fundamental baru berikutnya. Demikian seterusnya.

Bagi seorang analis fundamental, kecepatan, keakuratan berita dan kemampuan meramal (forecasting) reaksi pasar terhadap berita yang dikeluarkan merupakan komponen vital yang mutlak harus dimiliki. Tanpa adanya faktor diatas, sulit bagi seorang analis fundamental memanfaatkan berita yang ada guna memperoleh profit.

Ambillah sebuah contoh sederhana. Misalnya ketika kita mendengar berita bahwa The Fed baru saja menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis point (sama dengan 0,25%) beberapa menit yang lalu (disini hitungan bukan lagi jam, tetapi menit! Tertinggal dalam hitungan jam berarti kesempatan telah lewat!), secara umum maka mata uang USD akan menguat dan posisi Buy bisa dilakukan. Nah, katakanlah Anda mendengar berita ini setelah 2 hari kemudian. Berita penting ini sudah tidak ada gunanya lagi dikarenakan pasar telah selesai bereaksi bahkan kemungkinan sudah memasuki masa koreksi. Jadi, kecepatan memperoleh berita sangat penting disini. Begitu juga sumber berita yang Anda dengar. Tidak masalah berita yang Anda dengar tidak valid sepanjang market mempunyai persepsi yang sama dengan Anda. Ukurannya adalah market, bukan pada benar salahnya berita.

Dalam dunia forex terdapat lebih dari 50 jenis berita fundamental yang dikeluarkan oleh tiap-tiap negara dan masing-masing berita memiliki efek yang berbeda terhadap pergerakan harga. Nah, kini pertanyaan yang tersisa adalah, apa sajakah ke 50 berita itu? Dan bagaimana pengaruh setiap berita yang muncul terhadap pergerakan mata uang?

Analisa Fundamental

Sesuai dengan sumbernya, maka metode Fundamental bersifat subyektif, tergantung derajat kepercayaan Investor/Konsultan kepada sumber berita tersebut. Dasar penganalisaan secara Fundamental adalah informasi/berita (news) yang berasal dari :
1. Instansi Resmi / Pemerintah
2. Media cetak / elektronik
3. Perorangan

Sifat Berita Fundamental dikelompokan Menjadi Dua yaitu :

1. Berita Permintaan bersifat Bullish
Bullish berasal dari kata ‘bull’ (sapi jantan); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan turun, namun sebenarnya akan naik (mirip gerakan sapi jantan menanduk musuhnya, yaitu menanduk, lalu dilemparkan ke atas) .
Contoh berita bersifat Bullish dari Reuter/media cetak :
- Cuaca buruk / storm / unfavourable,
- 3 – 6 conseccutive (berturut-turut) days up / firmer (menguat)
- Triggered Buying, Bottomside / bottomout , Buying Power, dll

2. Berita Penawaran / Supply bersifat BEARISH
Bearish berasal dari kata ‘bear’ (beruang); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan naik, namun sebenarnya harga akan turun (mirip gerakan beruang mencengkeram mangsanya, yaitu mengangkat lalu dibanting) .
Contoh berita bersifat Bearish dari Reuter / media cetak:
- Cuaca baik / favourable, 3-6 consecutive days down / easier (melemah)
- Lack of Demand (Kekurangan Permintaan)
- Triggered Selling, Topside capped (Puncak sudah tercapai), Harvesting
- Selling Power, Ample of stock (Stok melimpah),dll.

Faktor-faktor yang mempengaruhi analisa secara fundmental
• Analisa:
• Ekonomi
• Politik
• Keamanan (global, regional, negara)
• Penentu:
• Kecepatan memperoleh informasi
• Sumber informasi
• Pengolahan informasi & forecasting (ramalan)

Beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Dollar AS
Economic Indicator + Naik / Turun US$
1 Average Earning Naik US$ Menguat
2 Balance of Payment Naik US$ Menguat
3Budget Deficit Turun US$ Menguat
4Business Inventories Turun US$ Menguat
5 Capacity Utilization Naik US$ Menguat
6 Car Sales Naik US$ Menguat
7 Chicago PMI (Purchasing Management Index) Naik US$ Menguat
8 Constuction Spending Naik US$ Menguat
9 Consumer Confidence Index (CCI) Naik US$ Menguat
10 Consumer Credit (CI) Naik US$ Menguat
11 Consumer Price Index (CPI) Turun US$ Menguat
12 Consumer Spending (Expenditure) Turun US$ Menguat
13 Cost of Living Naik US$ Menguat
14 Current Acount Turun US$ Menguat
15 Corporate Profit Naik US$ Menguat
16 Deflasi Naik US$ Menguat
17 Discount Rate Naik US$ Menguat
18 Durabel Goods Orders Naik US$ Menguat
19 Econimic Monetary System (EMS) Naik US$ Menguat
20 Factory Orders Naik US$ Menguat
21 Federal Budget Naik US$ Menguat
22 Federal Reserve Fund Naik US$ Menguat
23 Gross Domestic Product (GDP) Naik US$ Menguat
24 Gross National Product (GNP) Naik US$ Menguat
25 Housing Start Naik US$ Menguat
26 Industrial Productions Naik US$ Menguat
27 Invisible Trade Turun US$ Menguat
28 Jobless Claims Naik US$ Menguat
29 Leading Indicator Naik US$ Menguat
30 Money Supply (M1, M2, M3, M4) Naik US$ Menguat
31 National Association Naik US$ Menguat
32 (NAPM) Naik US$ Menguat
33 Non Farm Payrolls Naik US$ Menguat
34 Personal Expenditure Naik US$ Menguat
35 Personal Income Turun US$ Menguat
36 Prime Rate Naik US$ Menguat
37 Product Price Index (PPI) Naik US$ Menguat
38 Public Sector Debt Repayment Naik US$ Menguat
39 Retail Sales Turun US$ Menguat
40 Trade Balance Naik US$ Menguat
41 Trade Devicit Turun US$ Menguat
42 Trade Weighted Index Turun US$ Menguat
43 Unemployment Rate Turun US$ Menguat
44 Unit Labour Cost Naik US$ Menguat
45 Value Added Tax Naik US$ Menguat
46 Visible Trade Naik US$ Menguat

Keuntungan Analisa Fundamental
• Mudah
• Dapat menentukan harga secara global
• Penentu trend jangka panjang (long term)
• Pada kasus tertentu efektif untuk short term trading

Kelemahan Analisa Fundamental 
• Tidak bisa menentukan secara eksak
• Memakan banyak waktu
• Subyektif, terlalu banyak asumsi yang dipakai

Saran : Perhatikan hanya berita-berita yang sifatnya sangat kuat pengaruhnya terhadap perubahan mata uang. Ex: Payroll, teroris, perubahan suku bunga.

ok,,, good luck bro....

Jumat, 24 April 2015

Penjelasan News Forex



1. All Industries Index
Indeks yang menunjukkan pergerakan harga untuk kombinasi harga yang telah disesuaikan (adjust) terlebih dahulu dari semua indeks perindustrian.

2. Average Hourly Earnings Growth 
Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.

3. Business Inventories
Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam penghitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.

4. CBI Survey
Organisasi pengusaha terbesar di Inggris, memfokuskan pada upaya mempertahankan kondisi ideal bagi kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI mengadakan survei tiap bulan dan empat bulan sekali guna melakukan penilaian pada sektor jasa dan manufaktur masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga, investasi, dan permintaan ekspor/impor.

5. Current Account 
Selisih antara total ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup transaksi – transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan indikator tren perdagangan luar negeri.

6. Consumer Price Index (CPI)
Data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga. Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.

7. Consumer Confidence
Data ini mengukur tingkat optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data (perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara keseluruhan.

8. Challenger Layoffs
Laporan bulanan mengenai jumlah pemotongan kerja yang diumumkan perusahaan - perusahaan. Dengan demikian, semakin kecil angka Challenger Layoffs, berarti semakin banyak penduduk yang bekerja. Pekerjaan berarti penghasilan, dan tingkat penghasilan berhubungan erat dengan tingkat konsumsi yang merupakan pelumas bagi roda perekonomian. Singkatnya, semakin kecil angka Challenger Layoffs, semakin sehat perekonomian

9.CSPI
Kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.

10. Durable Goods Orders
Data yang menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau lebih).

11. Existing Home Sales
Laporan regional mengenai aktivitas penjualan kembali rumah.

12. Export/ Import Prices 
Meski tidak termasuk data penggerak utama market, harga-harga ekspor/impor juga berguna untuk mengindikasi tekanan inflasi dari perubahan kurs mata uang. Sebagai contoh, saat dollar menguat, harga-harga impor cenderung tertekan turun. Jika sebuah
produk Jepang berharga 500 yen dan kurs saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga
produk tersebut dalam dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen, maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian, saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan karenanya harga-harga ekport juga akan tertekan turun karenanya. Para pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang tidak menghitung komponen minyak (Import Prices - Excl. Oil) dan harga-harga ekspor yang tidak menghitung sector pertanian (Export Prices - Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai
terlalu fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.

13. Factory Orders
Data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang - barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal. Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.

14. FOMC Minutes
Pengumuman dari Federal Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan sebelumnya yang diadakan oleh lembaga penentu kebijakan moneter Amerika.

15. Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa
mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis:
1) advanced - rilis pertama;
2) preliminary - revisi pertama;
3) final - revisi kedua dan terakhir.
Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

16. H I C P
Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).

17. Housing Starts & Building Permits
Housing starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah. Data ini termasuk indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan. Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan mendorong ke arah resesi Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian. Peningkatan bulanan yang melebihi perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.

18. Help-Wanted Index.
Indeks yang menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang diiklankan di 50 lebih surat kabar yang tersebar di seluruh Amerika Serikat. Gubernur Federal Reserve sebelumnya, Alan Greenspan, seringkali membicarakan dan mengamati indeks ini, sebab indeks ini mampu memberikan kondisi bursa tenaga kerja di AS saat ini.

19. Industrial Production & Capacity Utilization 
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain).
Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bias sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca). Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

20. IFO Survey
Survey utama Jerman tentang kondisi usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.

21. Institute for Supply Management (ISM) Index
Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002. Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (lSM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain. Survei ini dikenal dengan keakuratan timeliness (jangka waktu) nya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan).
Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand)
menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve.
Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini
melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.

22. Leading Indicators
Gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.

23. M4 - Money Supply
Data yang menghitung jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari :
- Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas;
- Jumlah pinjaman dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain;
- Jumlah uang yang dipinjam oleh pemerintah.
Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun, korelasinya menjadi tidak dapat dianda ( kan sejak liberalisasi finansial pada tahun 80'an.

24. Non-farm Payrolls 
Jumlah tenaga kerja dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.

25. New York Empire State Manufacturing Index 
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di Negara bagian New York oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili berbagai macam sektor industri.

26. Personal Consumption/Spending 
Indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.

27. Personal Income
Data yang dihtung dari komponen gaji dan upah dari data Non-Farm Payrolls.

28. Personal Consumption Expenditures - PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

29. Philadelphia Fed Index (Business Outlook Survey) 
Survey bulanan terhadap para industriawan di kawasan sekitar negara bagian Pennsylvania, New Jersey dan Delaware. Perusahaan yang disurvey mengindikasikan perubahan pada seluruh aktivitas bisnis dan berbagai macam aktivitas perindustrian mereka. Yang ditanyakan meliputi tenaga kerja, jam kerja, pesanan-pesanan, persediaan barang, pengiriman, pembayaran-pembayaran dan penerimaan-penerimaan. Angka indeks di atas nol berarti ekspansi, dan kontraksi jika di bawah nol.
Data ini dianggap sebagai indikator perubahan yang bagus dalam segala hal yang berhubungan dengan industri. Dinilai akurat karena menggambarkan kondisi terkini. Namun, karena hanya mencakup tiga negara bagian, kurang bisa menggambarkan kondisi negara secara keseluruhan.

30. PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement 
Jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.

31. Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Pentingnya produktivitas telah berkembang beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve telah mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi

32. Producer Price Index (PPI) 
Sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual.
Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.

33. PSNCR - Public Sector Net Cash Requirement
Jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah kekurangannya adalah dari meminjam.

34. Purchasing Managers' Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

35. Retail Sales 
Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.

36. Trade Balance 
Trade balance adalah selisih bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu Negara dalam suatu periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor), negative menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).

37. Tertiary Index
Data yang menghitung tingkat permintaan (demand) sektor jasa.

38. TICS / Foreign Purchases of US Securities
Data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.

39. University of Michigan Consumer Sentiment Index
Hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan. Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang. Data survey diambil dengan cara mengeposkan kuesioner ke 5.000 rumah tangga di seluruh negeri sebagai sampel yang mewakili, kurang lebih 3.500 diantaranya merespon. Kuesioner tersebut berisi 5 pertanyaan yaitu :
(1) rating kondisi usaha di lingkungan rumah tangga tersebut,
(2) rating kondisi usaha dalam enam bulan,
(3) ketersediaan lapangan kerja di lingkungan rumah tangga tersebut,
(4) ketersediaan lapangan kerja dalam enam bulan,
(5) penghasilan keluarga dalam enam bulan.
Consumer Confidence ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan
penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi. Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.

40. Unemployment Rate
Persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).

41. Weekly Initial Jobless Claims
Rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.
Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

42. ZEW Current Situation dan Economic Sentiment 
Hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian
mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.

Blanja Yuk

Blanja Yuk